Hutan de djawatan Banyuwangi adalah salah satu destinasi wisata instagramable berfoto selfie ria yang ada di Benculuk, Banyuwangi. Tempat lokasi djawatan ini tepatnya berada di Purwosari, Benculuk, Kec. Cluring, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Djawatan biasa di juluki dengan Lord Of The Rings dari Banyuwangi. Tak heran tempat wisata ini pun ramai dikunjungi para wisatawan. 

Destinasi wisata Djawatan dulu di kenal masyarakat sebagai djawatan benculuk dan kini telah di kelola secara resmi oleh perhutani. 

Hutan djawatan banyuwangi

Cocok digunakan sebagai tempat berekreasi bersama teman atau keluarga tercinta. Hal ini karena lokasi djawatan Banyuwangi ini begitu teduh dan juga mempunyai banyak spot foto instagramable, serta terdapat pula wahana bermain anak yang bisa disewa dengan harga yang terjangkau. 

Sejarah Hutan De Djawatan Banyuwangi

Sebelum nama De Djawatan menjadi tempat wisata seperti saat ini, hutan yang juga disebut sebagai hutan lord of the rings ini dahulunya menjadi tempat penimbunan kayu. Nama De Djawatan sendiri awalnya adalah  Tapel Pelas (TP), lalu namanya diganti dengan De Djawatan. Nama Djawatan sendiri sebenarnya sengaja dibuat dengan ejaan lama dan terlihat kuno. Karena Djawatan termasuk peninggalan belanda, dimana terdapat banyak pohon trembesi raksasa yang ada disana sudah berusia ratusan tahun.  Rata-rata usia pohon trembesi yang ada antara 100 hingga 150 tahun. Penggunaan nama De Djawatan ini dipilih karena masih terkait dengan Perhutani. Hal ini juga dimaksudkan untuk mengingatkan masyarakat akan kejayaan Perum Perhutani.

Lalu, setelah adanya pengunjung yang datang dan menggungah foto hutan ini ke media sosial mereka, maka semakin banyak pula pengunjung yang datang ke De Djawatan. Kemudia  pada tahun 2017 Perhitani pun membuka De Djawatan sebagai tempat wisata djawatan Banyuwangi. Tempat wisata ini resmi dibuka sebagai tempat wisata pada bulan Juni 2018. Menurut Perhutani Hutan De Djawatan telah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Dahulu, tempat ini difungsikan sebagai Tempat Penimbunan Kayu (TPK). Setelah kayu selesai ditebang, lalu kayu ditaruh di De Djawatan sebelum akhirnya sampai ke tangan pembeli. Sementara fungsi dari  adanya pohon trembesi di Djawatan dimaksudkan agar kayu yang ditebang, dan juga tidak terkena sinar matahari atau air hujan secara langsung. Sehingga kayu yang diletakkan di bawah pohon trembesi, tidak mudah lapuk.

Hutan De Djawatan ini dulunya juga digunakan sebagai jalur yang bisa untuk dilalui kereta api. Anda akan menemukan rel kereta api di depan pintu gerbang hutan De Djawatan. 

Spot foto De Djawatan

Terdapat banyak spot foto di hutan de djawatan ini yang mana dapat Anda abadikan dengan kamera ponsel kemudian mengunggah ke media sosial. Disini, Anda pun benar-benar merasakan kesejukan dan kesegaran udara yang tentu saja jauh dari polusi.

Anda juga bisa menikmati pemandangan indah dari pohon yang berusia ratusan tahun yang mana juga memiliki daya tarik tersendiri. Tak hanya itu, terdapat banyak tumpukan kayu yang bisa Anda gunakan sebagai background foto yang menarik untuk di abadikan.

Jangan lupa rumah pohonnya yang keren banget, patut untuk Anda jadikan spot foto. Anda juga bisa menggunakan jasa sewa VW di Trulybanyuwangi untuk foto shoot di Djawatan. Kami akan membantu Anda untuk mengabadikan momen di jembatan-jembatan kecil, taman mini, tulisan de Djawatan, ayunan dengan kursi dari papan yang ditancapkan ke pohon dengan pelubang, hingga mobil-mobilan yang terbuat dari kayu yang sudah tidak terpakai.

Fasilitas De Djawatan Forest

Puas berfoto, anda pasti saja merasa lelah. Untuk Anda yang tidak sempat membawa makanan, jangan khawatir. Karena di Djawatan telah terdapat kantin atau cafe yang menyediakan berbagai jenis makanan untuk Anda dan keluarga dengan harga yang terjangkau.

Wisata Hutan De Djawatan ini juga telah dilengkapi dengan sarana umum dan fasilitas lainnya yang cukup memanjakan pengunjung. Seperti mushola atau masjid yang berada di pintu masuk hutan, kamar mandi dan yang lainnya.

Terdapat pula beberapa wahana permainan baik untuk anak atau dewasa seperti ATV, delman, dan kuda serta tersedia pula tempat parkir yang cukup luas.

Tips Berkunjung ke Djawatan 

Tempat wisata ini menawarkan sensasi seperti Hutan Fangorn. Keunikan itulah yang menjadikannya sebagai salah satu spot foto Instgramable sehingga digemari banyak wisatawan.

Untuk Anda yang ingin berkunjung ke Djawatan, sebaiknya mengikuti beberapa tips penting di bawah ini. 

  1. Datang saat hari kerja
  2. Perhatikan rute menuju ke sana
  3. Datang pagi atau sore hari
  4. Tidak melakukan perbuatan yang merusak (vandalisme)
  5. Membuang sampah pada tempatnya

Sangat seru kan berlibur ke De Djawatan kali ini? Beberapa informasi di atas, bisa saja berubah sesuai dengan perkembangan. Semoga artikel ini membantu Anda yang ingin berkunjung ke sana.